KEMAMPUAN ANAK SINDROM AUTISTIK DALAM MENGARTIKULASIKAN BUNYI KONSONAN

  • Siti Fatimah Poltekes BPH Cirebon
Keywords: Kemampuan Artikulasi, Anak sindrom Autistik, Pola Artikulasi

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan anak dengan Sindrom Autistik (SA) dalam mengartikulasikan bunyi konsonan berdasarkan posisi pada tuturan. Penelitian dilakukan terhadap tiga anak SA. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan tes artikulasi dengan flash card sebagai media digunakan sebagai cara dalam mengumpulkan data berupa kata yang dihasilkan oleh anak SA. Data yang diperoleh kemudian ditranskripsikan ke dalam transkripsi fonetis agar dapat mengetahui tingkat kemampuan artikulasi bunyi konsonan berdasarkan posisi pada tuturan. Penilaian kemampuan artikulasi dilakukan oleh tiga orang penilai yang memiliki kualifikasi di bidang lingusitik dan skala penilaian diadopsi dari Djiwandono (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketiga anak SA memiliki usia yang hampir sama (17 dan 18 tahun), namun kemampuan artikulasi bunyi konsonan mereka berbeda-beda: informan 1 tidak mampu mengartikulasikan empat fonem seperti 2 fonem frikatif /f/ dan /v/, serta fonem getar /r/ dan fonem lateral /l/. Lalu, informan 2 tidak mampu mengujarkan lima bunyi konsonan, fonem bilabial /b/, fonem frikatif /f/, dan  /s/, fonem fonem lateral /l/, dan fonem getar /r/ dengan benar. Informan 3 hanya mampu mengartikulasikan dua jenis bunyi konsonan, yaitu fonem semivokal /w/ dan /y/. Selain itu, ketiga anak SA menujukan pola kesalahan artikulasi  yang sesuai dengan teori Bauman-Waengler (2004), informan 1 melakukan pola subtitusi, omisi, dan adisi. Lalu informan 2 melakukan kesalahan pola subtitusi dan omisi, sedangkan informan 3 mengalami distorsi 15 jenis fonem  /p/, /b/, /t/, /k/, /g/, /s/, /h/, /c/, /j/, /r/, /l/, /m/, /ŋ/ dan /n/.

Published
2021-09-27