PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF MELALUI TEKNIK REWARD PADA SISWA KELAS 1 SD NEGERI SABABILAH

  • Triamerni SD Negeri Sababilah
Keywords: Motivasi Belajar, Pembelajaran Tematik Integratif, Dan Teknik Reward

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran tematik integratif melalui teknik reward pada siswa kelas 1 SD Negeri Sababailah tahun ajaran 2019 / 2020. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pola kolaboratif yang menggunakan model siklus Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri Sababilah dengan jumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, skala psikologi dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan tindakan penelitian ini adalah persentase dari skala motivasi belajar mencapai ≥ 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik reward pada pembelajaran tematik integratif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 1 SD Negeri Sababilah tahun ajaran 2019 / 2020. Adapun teknik reward yang diterapkan dalam pembelajaran adalah reward verbal dan non verbal. Reward verbal berupa ucapan bersifat pujian seperti ”bagus, pintar, hebat” yang diberikan kepada siswa atas perbuatan atau hasil belajarnya. Reward non verbal yang berupa stempel aku hebat dan bintang yang ditempelkan pada papan juara yang diberikan kepada siswa ketika siswa menyelesaikan tugas dengan baik dan aktif dalam pembelajaran. Peningkatan terlihat dari hasil skala motivasi belajar siswa secara klasikal pada pratindakan memperoleh persentase 54,31%, siklus I memperoleh persentase 71,65% dan siklus II memperoleh persentase 90,10% sehingga telah mencapai kriteria keberhasilan. Peningkatan motivasi belajar siswa dilihat dari persentase rata-rata hasil skala motivasi belajar siswa secara individu, jumlah siswa yang memenuhi kriteria keberhasilan pada pratindakan sejumlah 4 siswa atau 8.35% siswa, siklus I sejumlah 8 siswa atau 31.25% siswa, siklus II sejumlah 15 siswa atau 93.75% siswa.

Published
2021-09-27