KONFLIK INTERNAL ANTARA PEMERINTAH INDONESIA DENGAN GERAKAN SEPARATIS DI PAPUA

  • Indah Putri Mardiani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ismi Anisah Universitas Islam Negri Syarif Kasim Riau
  • Marlina Hasibuan Universitas Islam Negri Syarif Kasim Riau
  • Nur Fadilah Universitas Islam Negri Syarif Kasim Riau
Keywords: Organisasi Papua Merseka, Pemerintah, Konflik

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui Propaganda Gerakan Papua Merdeka yang dilaksanakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui media cetak dan online menjadikan pesan-pesan OPM menyebar dengan cepat dan luas ke tengah-tengah masyarakat global, sehingga OPM cenderung mendapat perhatian dan dukungan dari dunia Internasional. Setelah terjadinya penyerangan kepada warga sipil oleh salah satu faksi OPM di Kabupaten Nduga, Papua, berbagai media, salah satunya portal utama media online OPM, freewestpapua.org, memberitakan kasus tersebut sesuai dengan perspektif masing-masing. Oleh karena gerakan OPM bertentangan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu menjadi penting untuk kita mengetahui bagaimana OPM mencitrakan Pemerintah Indonesia dalam berita mengenai kasus tersebut. Setelah dilakukan analisis wacana kritis model Van Dijk terhadap teks berita yang dipilih secara purposif dari situs web freewestpapua.org, disimpulkan bahwa baik dalam struktur teks Makro, Superstruktur, maupun Mikro, meskipun pelaku penyerangan warga sipil adalah OPM sendiri, dan korbannya bukan orang Papua,  situs propaganda online OPM, tetap mencitrakan Indonesia sebagai penjajah yang sadis, brutal, licik, dan biadab. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif yang dilandaskan oleh Teori dan penjelasan. Guna dari dipilihnya metode ini adalah untuk menilai terhadap bagaimana kondisi obyek yang alami.

 

Published
2021-02-27