Uji Efektivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Bandotan 96% Secara In Vivo Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Yang Diinduksi Bakteri Escherichia Coli
DOI:
https://doi.org/10.54543/fusion.v2i08.211Keywords:
Daun Bandotan, Escherichia coli, aktivitas antibakteriAbstract
Escherichia coli merupakan bakteri yang hidup di usus manusia dan hewan. Beberapa E.coli bersifat patogen yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare dan penyakit saluran usus lainnya. Secara empiris, khasiat dari Ageratum conyzoides digunakan secara eksternal untuk menyembuhkan luka, lepra dan bisul dan sebagai haemostatik. Selain itu bagian daunnya digunakan sebagai pencuci mata serta mengobati sakit perut dan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun bandotan (Ageratum conyzoides L) yang dapat memberikan efek sebagai antidiare. Metode uji dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu secara In vitro dan In Vivo. Secara In Vitro dengan uji aktivitas antibakteri dimana konsentrasi terbaik ekstrak etanol 200 mg/kgbb dengan rata-rata 12,24 mm. Secara induksi bakteri secara oral ke mencit dengan kelompok Aquadest (kontrol sehat), kelompok suspensi Escherichia coli ( kontrol -) kelompok Diapet (kontrol +) kelompok konsentrasi ekstrak etanol daun bandotan dosis 100 mg/kgbb, 150 mg/kgbb, dan 200 mg/kgbb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bandotan dosis 200 mg/kgbb dapat memberikan efek antidiare dengan penurunan bobot feses dengan rata-rata 3,23 gram dan persentase 9%, kelompok ekstrak etanol daun bandotan 200 mg/kgbb mempunyai jumlah frekuensi diare sebanyak 31 kali, dan konsistensi feses lembek-cair dan diakhir feses menjadi padat.