Mengurai Kesenjangan Akses Pendidikan Di Indonesia: Antara Kota Dan Desa

Authors

  • Nurdin Abdul Aziz Rifa Institute, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/fusion.v5i08.449

Keywords:

ketimpangan pendidikan, kesenjangan perkotaan-pedesaan, akses pendidikan

Abstract

Pendidikan adalah tangga emas menuju masa depan. Namun, di negeri ini, tangga itu tak selalu berdiri tegak di tempat yang sama. Di kota, anak-anak menapakinya dengan buku digital dan jaringan internet yang deras; sementara di desa, mereka masih harus berjalan jauh, mengendong harapan di punggung, hanya untuk sekadar menyentuh pintu sekolah. Penelitian ini mencoba mengurai benang kusut kesenjangan akses pendidikan antara kota dan desa di Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menelaah data dari laporan pemerintah, survei pendidikan, serta wawancara mendalam dengan para pelaku pendidikan. Hasilnya menunjukkan jurang yang nyata: infrastruktur, tenaga pendidik, dan teknologi lebih akrab dengan kota, sementara desa berjuang dengan keterbatasan sarana dan ekonomi keluarga. Kajian ini tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga suara-suara yang sering tenggelam—suara anak-anak yang ingin belajar, suara guru yang bertahan di pelosok. Dari sini, lahirlah rekomendasi: kebijakan inklusif yang bukan sekadar cetak biru, melainkan jembatan yang menghubungkan kota dan desa. Sebab, pendidikan tak boleh menjadi hak istimewa, melainkan napas yang bisa dihirup siapa saja, di mana saja.

Downloads

Published

2025-08-25

Citation Check