Adab sebagai Indikator Mutu: Membaca Ulang Total Quality Management dalam Perspektif Evaluasi Dwi-Dimensi Pendidikan Pesantren

Authors

  • Irsyad Taufieq Rahman IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia
  • Muhammad Rosyad Huda IAI Persis Bandung, Indonesia
  • Lenny Siratna Dewi IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia
  • Anzas Asmara IAI PERSIS BANDUNG, Indonesia
  • Anie Rohaeni Institut Agama Islam PERSIS Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54543/fusion.v6i07.527

Keywords:

manajemen mutu pendidikan, adab, pesantren, Total Quality Management, evaluasi dwi-dimensi

Abstract

A B S T R A K

Paradigma manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) yang berkembang dalam wacana pendidikan, termasuk pendidikan Islam, umumnya berpijak pada logika kepuasan pelanggan dan perbaikan berkelanjutan ala Sallis. Nilai-nilai Islam seperti ihsan, itqan, dan amanah kerap dihadirkan sebagai pelengkap spiritual atas kerangka tersebut, namun jarang ditempatkan sebagai indikator mutu yang berdiri sejajar dengan capaian akademik. Artikel ini mengkaji secara konseptual bagaimana tradisi pendidikan pesantren, melalui prinsip adab sebelum ilmu sebagaimana diajarkan Az-Zarnuji, menawarkan struktur mutu yang berbeda: evaluasi dwi-dimensi yang memisahkan sekaligus mensejajarkan capaian kognitif dan capaian akhlak. Dengan metode kepustakaan dan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini membandingkan struktur TQM konvensional dengan struktur evaluasi adab-ilmu pesantren, serta menjadikan praktik rapor ganda (Rapor Pendidikan dan Rapor Adab) di lingkungan Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam sebagai ilustrasi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa adab, dalam tradisi ini, bukan nilai tempelan melainkan indikator struktural yang menentukan keabsahan mutu itu sendiri. Temuan ini menawarkan reorientasi bagi manajemen mutu pendidikan Islam agar tidak sepenuhnya larut dalam logika output dan kepuasan stakeholder semata

Downloads

Published

2026-07-22

Citation Check